Di era pendidikan modern, upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis memegang peranan penting dalam kesuksesan peserta.Â
Salah satu konsep kunci yang muncul dalam konteks ini adalah “learner engagement” atau keterlibatan peserta.Â
Memahami secara mendalam tentang learner engagement membantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan generasi yang lebih aktif dan berkompeten di masa depan.
Dalam artikel LinovHR ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek yang terkait dengan learner engagement, termasuk jenis-jenisnya, dimensi yang mempengaruhinya, dan keuntungan yang dapat diperoleh.
Apa Itu Learner Engagement?
Learner engagement merujuk pada partisipasi yang aktif, semangat, dan komitmen individu dalam sebuah proses pembelajaran.
Lebih dari hanya sekadar hadir secara fisik, peserta yang benar-benar berpartisipasi memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta keinginan untuk eksplorasi dan belajar.Â
Peserta yang terlibat secara aktif mampu memotivasi diri sendiri dan mengambil tanggung jawab penuh dalam kegiatan pembelajaran.
Hal tersebut pada akhirnya meningkatkan retensi pengetahuan dan memberikan peluang lebih besar untuk mengaplikasikannya secara efektif dalam situasi kehidupan sehari-hari.
Kenapa Learner Engagement Penting?
Dalam dunia pendidikan dan pengembangan, peran keterlibatan peserta didik sangat vital dalam membentuk pengalaman belajar yang bermakna.Â
Keterlibatan yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar.
Berikut ini alasan mengapa learner engagement penting:
1. Mencapai Hasil Pembelajaran yang Efektif
Keterlibatan peserta secara langsung selama kegiatan pembelajaran sangat berkaitan dengan peningkatan hasil pembelajaran.Â
Saat peserta benar-benar memperhatikan dan berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar, mereka akan memahami materi dengan lebih baik dan pengetahuannya cenderung bertahan lama.
Dengan demikian, aktivitas pendidikan dan pengembangan berjalan efektif karena tujuan pembelajaran tercapai dengan baik.
2. Menguasai Keterampilan dengan Baik
Selain memengaruhi aspek kognitif, keterlibatan peserta terhadap proses pembelajaran juga memungkinkan mereka menguasai keterampilan yang dibutuhkan dengan baik.
Mereka memiliki peluang untuk mengembangkan keterampilan teknis (hard skill), seperti pengetahuan atau penguasaan materi maupun keterampilan non teknis (soft skill), seperti kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
3. Meningkatkan Semangat Karyawan
Dalam konteks dunia kerja, learner engagement juga relevan. Karyawan yang terlibat dalam program pengembangan keterampilan cenderung merasa dihargai dan termotivasi.
Hal ini pada akhirnya meningkatkan moral dan semangat di tempat kerja. Keterlibatan ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan produktivitas.
4. Mendorong Pembelajaran Berkelanjutan
Keterlibatan peserta didik tidak hanya menciptakan pembelajaran yang efektif untuk saat ini, tetapi juga mendorong sikap semangat belajar ke depannya.Â
Dengan merangsang rasa ingin tahu, ini membantu membentuk individu yang terbiasa untuk terus belajar, berkembang, dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terus-menerus dalam lingkungan mereka.
6 Jenis Learner Engagement
Secara tradisional, keterlibatan peserta didik dapat dibagi menjadi enam jenis. Meskipun tidak semua jenis keterlibatan relevan dalam lingkungan pelatihan online.
Namun, masing-masing memiliki nilai tersendiri. Pengalaman pengguna memegang peranan penting dalam menentukan setiap jenis keterlibatan. Berikut ini penjelasannya:
1. Kognitif
Tipe kognitif ini berkaitan dengan minat dan rasa ingin tahu peserta terhadap topik pembelajaran.
Untuk memotivasi minat dan rasa ingin tahu, pelatih perlu menyusun modul dengan fleksibel dan dapat diakses.
Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi topik minat pribadi akan mendorong engagement mereka.
2. Emosional
Aspek emosional dalam pembelajaran sering diabaikan, tapi menanamkan muatan emosional dalam strategi pelatihan dapat membantu peserta tetap terlibat dengan pembelajaran.
3. Perilaku
Keterlibatan perilaku melibatkan peserta didik dalam tugas, usaha untuk menyelesaikan tugas, dan kemampuan mereka untuk mengikuti petunjuk.Â
Seorang coach yang baik perlu mempertimbangkan keterlibatan perilaku agar dapat menginspirasi keterlibatan jangka panjang dalam pembelajaran.
4. Sosial
Keterlibatan sosial dalam konteks pembelajaran online merujuk pada interaksi peserta didik satu sama lain, dengan pelatih, dan dengan materi kursus.Â
Melalui kerja sama, persaingan yang bersahabat, dan elemen gamifikasi, dapat meningkatkan keterlibatan sosial antara peserta online.
5. Fisik
Keterlibatan fisik melibatkan peserta dalam aktivitas kinetik, seperti olahraga atau peregangan.Â
Meskipun lebih mudah dilakukan dalam pengaturan kelas, namun dengan kreativitas, hal ini dapat diwujudkan secara online, terutama dengan berkembangnya popularitas Virtual Reality (VR).
6. Budaya
Keterlibatan budaya dalam kursus pelatihan online sering merujuk pada budaya pembelajaran dan pengembangan dalam organisasi.Â
Budaya tempat kerja yang mendukung keterlibatan di antara anggota staf membantu menciptakan modul pelatihan yang mencerminkan interaksi budaya khusus perusahaan.
Dimensi Learning Engagement
Dalam dunia pembelajaran, keterlibatan peserta didik bukanlah hal sepele.Â
Terdapat tiga dimensi utama keterlibatan yang memainkan peran penting, di antaranya:
1. Dimensi Kognitif
Keterlibatan kognitif terjadi saat peserta didik aktif dan berkomitmen dalam menciptakan strategi pembelajaran.Â
Contohnya, seseorang yang membuat cara sendiri untuk mengingat informasi sulit atau menggambar mind map untuk menyusun informasi baru.Â
Mereka berinisiatif merepresentasikan apa yang mereka pelajari dan menggunakan berbagai cara untuk memahami informasi dengan baik.
Keterlibatan kognitif bisa dicapai dengan merancang kursus secara efektif dan menyajikan materi pelatihan dengan konsisten.
2. Dimensi Emosional
Keterlibatan emosional terjadi ketika peserta didik merasa terhubung dengan orang lain dan materi yang dipelajari selama pelatihan.
Mereka juga merasa berkomitmen dan tidak mengalami kecemasan berlebihan.Â
Namun, terkadang peserta didik bisa merasa sendirian selama pembelajaran dan menjadi tidak terlibat secara emosional.Â
Untuk mengatasi hal ini, seorang coach dapat merancang kegiatan pelatihan yang menyenangkan dan bisa mengakomodir gaya belajar masing-masing peserta agar mereka bisa merasa terlibat.
3. Dimensi Perilaku
Keterlibatan dari segi perilaku mudah diamati, salah satunya dengan melihat keaktifan dan penyelesaian tugas selama sesi pelatihan.Â
Namun, perlu diingat bahwa ini saja belum cukup. Menyelesaikan tugas tidak selalu berarti peserta benar-benar memahami atau menerapkan pengetahuan baru.Â
Diperlukan juga keterlibatan kognitif dan emosional agar pembelajaran benar-benar efektif.
Keuntungan Learner Engagement
Peserta yang terlibat aktif cenderung merasakan kegembiraan dalam proses pembelajaran. Hal ini mendorong mereka untuk lebih banyak berinteraksi dengan sesama dan berbagi pengetahuan yang baru diperoleh.
Pentingnya keterlibatan peserta dan dampak positifnya tidak terbatas pada pengalaman pembelajaran konvensional.
Mereka juga cenderung merasa dihargai, dihadapkan pada tantangan positif, dan lebih siap untuk mengikuti jalur pengembangan pribadi dengan sukses.Â
Dengan merangsang motivasi intrinsik, keterlibatan peserta tidak hanya menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis, tetapi juga membawa dampak positif yang berkelanjutan dalam perkembangan pribadi mereka.
Tingkatkan Engagement Pelatihan Karyawan dengan Software LMS LinovHR
Ketika karyawan terlibat dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, materi akan dipahami dengan mudah dan karyawan dapat menguasai keterampilan yang dibutuhkan.
Dengan begitu, performa kinerja karyawan dapat menjadi lebih optimal dan tujuan perusahaan bisa tercapai dengan maksimal.
Dalam menghadirkan program pelatihan yang dapat meningkatkan engagement karyawan, perusahaan bisa memanfaatkan teknologi seperti Learning Management System (LMS).
Ini merupakan sebuah perangkat lunak yang dirancang untuk menyusun, mendistribusikan, dan mengelola konten pembelajaran.
LinovHR menjadi solusi yang handal bagi perusahaan karena memungkinkan perencanaan program pelatihan secara menyeluruh.
Dengan menggunakan Software LMS LinovHR ini, perusahaan dapat mengunggah materi pelatihan dalam berbagai format media, seperti video atau modul, yang dapat disesuaikan dengan gaya belajar karyawan melalui fitur Learning Plan.
Semua materi terorganisir dengan baik melalui fitur Topic, mempermudah karyawan dalam mengikuti program pelatihan yang dibutuhkan.
Software LMS LinovHR menawarkan berbagai keuntungan, salah satunya mudah diakses karena dapat dibuka melalui aplikasi Employee Self Service (ESS) di smartphone.
Materi juga pembelajaran juga dapat diunduh sehingga dapat diakses ketika offline. Dengan begitu, karyawan dapat mengikuti pelatihan di manapun dan kapanpun.
Tak perlu khawatir juga soal keamanan data karena software ini sudah berbasis cloud dan terdaftar di PSE Kominfo.
Dengan beragam fitur tersebut, kegiatan pelatihan di perusahaan menjadi lebih efektif, memungkinkan karyawan untuk dengan mudah memahami materi dan mengembangkan kemampuan yang diperlukan.Â
Tunggu apalagi, ajukan demo sekarang dan dapatkan penawaran menariknya!